Skip to main content

Don't Look Back In Anger | Oasis




Download

Slip inside the eye of your mind
Terselip di matamu
Don't you know you might find
Tak tahukah kau bahwa mungkin kau bisa temukan
A better place to play
Tempat yang lebih baik untuk bermain
You said that you'd never been
Dulu kau bilang kau tak pernah di tempat seperti itu
But all the things that you've seen
Tapi semua yang tlah kau lihat
Will slowly fade away
Perlahan akan pudar

CHORUS
So I start a revolution from my bed
Maka kumulai revolusi dari tempat tidurku
'Cos you said the brains I had went to my head
Karena katamu pikiranku mengalir ke kepalaku
Step outside, summertime's in bloom
Keluarlah, musim panas sedang mulaiStand up beside the fireplace
Berdirilah di sisi perapian
Take that look from off your face
Buanglah pandangan itu dari wajahmu
You ain't ever gonna burn my heart out
Kau takkan pernah bisa membakar hatiku

BRIDGE
And so Sally can wait,
Dan Sally pun bisa menunggu
She knows it's too late as we're walking on by
Dia tahu sudah terlambat saat kita melangkah
Her soul slides away
Jiwanya meluncur pergi,
But don't look back in anger 
Tapi jangan menoleh dengan marah
I heard you say
Itu yang kudengar kau ucapkan

Take me to the place where you go
Bawa aku ke tempat kau hendak pergi
Where nobody knows if it's night or day
Di mana tak ada yang tahu waktu apakah siang atau malam
But please don't put your life
Tapi tolong jangan pasrahkan hidupku
In the hands Of a Rock n Roll band
Kepada sebuah band rock n roll
Who'll throw it all away
Yang akan membuangnya begitu saja

CHORUS
BRIDGE (3x)

At least not today
Setidaknya, tidak hari ini

Comments

Popular posts from this blog

Marxisme dan Sosialisme Ala Indonesia

Oleh: Ibnu Parna Semenjak tanggal 5 Juli 1959 kaum pekerja Indonesia berhadapan dengan apa yang disebut “sosialisme ala Indonesia”. Tanggal 5 Juli tersebut orang dibawa kembali ke Undang-undang Dasar 1945 dan dalam rangkaian dekrit Presiden kembali ke Undang-undang Dasar 1945 ini ditetapkan Pidato Presiden pada tanggal 17 Agustus 1959, pidato mana telah diperinci menjadi Manifesto Politik Republik Indonesia yang mengandung persoalan-persoalan pokok dan program umum revolusi Indonesia. Manifesto ini disusun menurut cara berpikir dan keyakinan Presiden Soekarno yang kemudian disahkan oleh Kabinet Kerja yang dipimpin langsung oleh Presiden Soekarno itu sebagai haluan negara. Menurut Undang-undang Dasar 1945 haluan negara ditentukan oleh MPR. Bila MPR ini sudah dibentuk, dengan sendirinya mengenai haluan negara ini akan diadakan pembicaraan secara khusus. Sementara Manifesto Politik pemerintah Soekarno dinyatakan berlaku sebagai haluan negara. Pada hari Pahlawan tahun 1959 Pres...

Politik Kelas Buruh (Bagian I)

Banyak orang yang berpendapat bahwa kelas buruh tidak akan pernah sanggup membebaskan dirinya sendiri, tak mungkin buruh mampu membangun partai sebagai alat perjuangan politiknya. Meraka   menganggap buruh buta politik, buruh tak cukup banyak waktu belajar politik. Maka orang-orang seperti itu, ingin menyatakan bahwa buruh tak perlu berpolitik. Maka kelas buruh dipaksa supaya menyerahkan perjuangan politiknya dibawah kepemimpinan kaum intelektual borjuis. Pandangan kelas borjuis tersebut secara tidak langsung telah menunjukan ketakutan yang luar biasa terhadap kekuatan perjuangan politik kelas buruh. Kaum buruh sudah terlalu lama “dinina-bobokan” oleh mitos-mitos ratu adil kelas borjuis. Kelas borjuis menyekat perjuangan ekonomi dan politik kelas buruh tidak lain bertujuan untuk melanggengkan sistem perbudakan modern (kapitalisme). Namun, kelas buruh semakin sadar seiring penghisapan dan parodi kebohongan dari kelas borjuasi. Memang pada awalnya kesadaran dan perjuangan bur...

SANGKUT PAUT ANTARA SAREKAT BURUH DAN VAKSENTRAL SERTA SEBALIKNYA | IBNU PARNA*

                       I.         JAMINAN ARAH SAREKAT BURUH HARUS ADA. 1.     Pengggerutuan dikalangan Buruh merata. Pengggerutuan tersebut kian hari kian meningkat. Dalam jumlah penggerutuan Buruh ini terpendam kekuatan Revolusioner ke arah masyarakat baru. Ihctiar untuk menyalurkan penggerutuan Buruh tersebut hingga dapat diperoleh kekuatan Revolusioner itu perlu di jalankan. Sebagai langkah pertama, Buruh yang banyak menggerutu itu perlu dihimpun dalam suatu organisasi yang banyak dikenal sebagai Sarekat Buruh. Demikianlah dimana-mana tumbuh Sarekat-Sarekat Buruh sebagai jamur di musim hujan. 2.     Sudahlah diketahui, bahwa Sarekat-sarekat Buruh dibangun bukanlah sebagai tujuan, melainkan semata-mata sebagai salah satu alat penggali kekuatan Revolusioner kearah masyarakat baru. Begitulah soalnya bukan hanya asal membangun Sarekat-sareka tB...