Skip to main content

Untuk Semua Manusia Penghuni Pulau Biru


Suatu jalan panjang yang berliku
Gelap yang semakin menebal
Ialah raksasa yang angkuh
Menyeramkan, terus meneror dan menghancurkan ke-manusia-an

Muncul dari dasar bumi menelan cahaya-nya hidup
“Eudenonisme” menjadi merana tak terbayang
Setelah penghancuran atas monarki absolut
Menjadikan pengusa dan dengan republik agar dihormati
Dengan seruan suci, dengan parade bersenjata,
Dengan rumah tempat tumpukan dollar
Membuatnya semakin Berjaya

Tapi tidak untuk mereka para pekerja-upahan
Hidup mereka bukan sepenuhnya miliknya,
Mereka mencipta namun bukan untuknya,
Mereka di jauhkan dari orang-orang yang terkasih
Seiring menyesakkan nafas
Bersama luka yang semakin menganga

Mereka mulai berkumpul
Meraka mulai membusungkan dada
Ribuan semut merah mulai menjarah
Mereka sadar akan hukum sejarah

Lantas mereka berseru:
“Kamilah pengganti dari kekuasaan leviathan yang tiran”
“Kami bawa buah tangan anti private property
“Kamilah masa depan yang cerah”

Para pekerja-upahan berkumpul di jalan, di gedung-gedung
Peperangan pun telah dimulai
Perang yang tak terdamaikan dan harus dimenangkan
Raksasa terjungkal dari singgasananya
Mati di tiang-tiang pusat kota

Sorak-sorak kemengan menggemuruh
Panji merah dimana-mana
Mereka pun berkuasa
Semua merasa nyaman
Sistem kaya-miskin lenyap
Mereka benar-benar setara
Dan republik pun menguap
Seruan suci, parade bersenjata,
Rumah tempat tumpukan dollar menjadi barang antic

Peradaban baru, kebudayaan baru
Inilah pulau biru
Senyum dan tawa dari setiap bibir orang-orang yang bebas

2 Agustus 2011

Comments

Popular posts from this blog

LAPORAN MENGENAI PERGERAKAN REVOLUSIONER DI JAWA

(Naskhah awal dalam Bahana Jerman, diterjemah dan diketik  ulang oleh komrad dari Indonesia )  Oleh: Tan Malaka  Comrade A. Langkcmper yang pernah datang ke Pulau Jawa Untuk tinggal selama beberapa bulan dari Belanda telah menuliskan sebuah laporan mengenai Partai Komunis Hindia dan pergerakan buruhnya. Comrade AL hanya bergerak di pergerakan Belanda sahaja dan tidak mengetahui secara spesifik bagaimana Pergerakan Kaum Komunis dan Buruh di Jawa selama ini. Dan yang juga menjadi sebuah kendala adalah bahwa ia tidak mengerti Bahasa Melayu sama sekali. Dan dalam waktu yang singkat tersebut, ia juga tidak sempat untuk mempelajari adat istiadat para pckcrja di Jawa sehingga sangatlah sulit untuk menghindari tedadinya kesalahpahaman seperti yang dituliskan oleh Comrade A.I. tentang Tanah Jawa.  Comrade A.L tentu menulis tentang reaksi-reaksi para rakanrakannya yang duduk di penjara atau mereka yang berhasil melarikan diri. Tetapi ia juga teringat bahwa reaksi-r...

Che Guevara: The Guerrilla

Che adalah contoh revolusioner dengan semangat internasionalisme yang kuat. Dia bukan orang Kuba, tetapi rela ikut bergabung bersama gerakan revolusioner Fidel Castro untuk menggulingkan diktator Fulgencio Batista di Kuba. Sebelumnya, di tahun 1954, dia menyaksikan api revolusi yang dikobarkan oleh seorang nasionalis kiri, Jacobo Árbenz. Árbenz terbilang radikal karena berani menjalankan reforma agraria dan menasionalisasi perusahaan Amerika Serikat United Fruit Company. Che langsung bersimpati pada Arbenz. Namun, kekuasaan Arbenz tidak bertahan lama, karena langsung digulingkan oleh kekuatan kanan yang disokong oleh CIA dan Amerika Serikat. Bersimpati pada Arbenz, Che sempat ikut gerilya bersama pejuang Guatemala pimpinan Rolando Moran. Dia juga membantu evakuasi pendukung Arbenz ke kedutaan Argentina. Setelah revolusi Kuba, kira-kira tahun 1963-1964, Che mengunjungi Afrika. Di sana dia menyaksikan keganasan kolonialisme. Kenyataan itulah yang menggetarkan sekaligus mengge...

SEJARAH PARTAI KOMUNIS INDONESIA - JAMALUDDIN TAMIM - SEKITAR 18 DECEMBER 1926

SEKITAR 18 DECEMBER 1926. Memang semendjak tersiarnja berita provokasi dari Parket Hindia Belanda jang disiarkan oleh oleh Harian Times Singapura pada 3 December 1926, maka djelaslah bagi saja dimana seluruh kota dari luar kota Singapura sampai dalam kota sudah mendapat pengawasan/pengintipan keras, rapat sekali dari CID/PID Singapura jang sudah bekerdja sama dan langsung dengan mendatangkan rombongan Visboon/Kepala PID dari Djakarta, ijalah sebagai alasan jang utama dari siaran provokasi/palsu dalam harian Times 3 December 1926.                  Tetapi sebagai hasil dari sedjak semula saja mendekat Pak Said jang mendjadi Bapak Angkat saja sedjak September 1926, ijalah sudah sedjak September 1926 itu saja sudah sering-sering dibawa oleh Pak Said sambil menundjukkan rumah tempatnja kepala CID Singapura, serta memberitahukan nama-nama mereka satu persatunja, jang Kepala bagian Geylang Serai, si anu, Tandjung K...