Skip to main content

Quotes: Tan Malaka (Dari Penjara ke Penjara I)



"Barangsiapa yang menghendaki kemerdekaan buat umum, maka ia harus sedia dan ikhlas untuk menderita kehilangan kemerdekaan diri sendiri. Siapa ingin merdeka harus bersedia dipenjara" #TanMalaka, Dari Penjara ke Penjara, Hal 9 

"Pada dasarnya ada dua kodrat terbesar yang menggerakkan jiwa semua yang hidup, termasuk jiwa manusia, yaitu kehendak mau hidup dan kehendak jangan mati" #TanMalaka, Dari Penjara ke Penjara Hal 20 

"Perbaikan bukanlah benda kosong, mengejar perbaikan bukan pekerjaan yang sia-sia (mengejar fatamorgana)" #TanMalaka, Dari Penjara ke Penjara, ha129 

"Sudah tentu pekerjaan mendidik anak-anak Indonesia tetap saya anggap pekerjaan yang tersuci dan terpenting di masa itu dan sekarang" #TanMalaka, Dari Penjara ke Penjara, hal 47 

"Menurut saya, dalam satu masyarakat dimana produksi dijalankan menurut rencana, dibarengi pendidikan yang terencana pula maka pengangguran tak mungkin ada.Kalaupun ada, tak mungkin lama, sebab pendidikan dicocokkan dengan kebutuhan masyarakat" #TanMalaka, Dari Penjara ke Penjara, Ha151 

"Kalau kapitalisme dan imperialisme hilang dengan sendirinya perbedaan warna kulit itu akan hilang bersama hilangnya perbedaan kelas" #TanMalaka, Dari Penjara ke Penjara, Hal 71 

"Bahwa maksud pendidikan anak kuli terutama, ialah mempertajam kecerdasan dan memperkokoh kemauan serta memperhalus perasaan si murid" #TanMalaka, Dari Penjara ke Penjara, Ha183 

"Tujuan kami bukan mendidik murid menjadi juru tulis seperti sekolah gupernemen. Melainkan, selain untuk mencari nafkah diri sendiri dan keluarga, juga untuk membantu rakyat dalam pergerakannya"#TanMalaka, Dari Penjara ke Penjara, Hal 94 

"Para murid ini dididik bukan menjaid alat penjajahan, melainkan untuk mengangkat derajat rakyat tertindas, terhisap dan terhina, golongan mereka sendiri" #TanMalaka, Dari Penjara ke Penjara, Ha195 

“Kalau perbedaan Islamisme dan Komunisme kita perdalam dan Iebih-lebihkan, maka kita memberikan kesempatan penuh kepada musuh yang mengintaiintai dan memakai permusuhan kita itu untuk melumpuhkan gerakan Indonesia" #TanMalaka, Dari Penjara ke Penjara, Hal 99 "Seorang murid yang ingin belajar, ingin tahu, tak akan memandang warna kulit atau bentuk muka guru yang memberikan apa yang diinginkan, yaitu pengetahuan" #TanMalaka, Dari Penjara ke Penjara, Hal 117 

"Marxisme bukanlah kajian hafalan (dogma) melainkan satu petunjuk untuk aksi revolusioner" #TanMalaka, Dari Penjara ke Penjara, Ha1127 

Comments

Popular posts from this blog

LAPORAN MENGENAI PERGERAKAN REVOLUSIONER DI JAWA

(Naskhah awal dalam Bahana Jerman, diterjemah dan diketik  ulang oleh komrad dari Indonesia )  Oleh: Tan Malaka  Comrade A. Langkcmper yang pernah datang ke Pulau Jawa Untuk tinggal selama beberapa bulan dari Belanda telah menuliskan sebuah laporan mengenai Partai Komunis Hindia dan pergerakan buruhnya. Comrade AL hanya bergerak di pergerakan Belanda sahaja dan tidak mengetahui secara spesifik bagaimana Pergerakan Kaum Komunis dan Buruh di Jawa selama ini. Dan yang juga menjadi sebuah kendala adalah bahwa ia tidak mengerti Bahasa Melayu sama sekali. Dan dalam waktu yang singkat tersebut, ia juga tidak sempat untuk mempelajari adat istiadat para pckcrja di Jawa sehingga sangatlah sulit untuk menghindari tedadinya kesalahpahaman seperti yang dituliskan oleh Comrade A.I. tentang Tanah Jawa.  Comrade A.L tentu menulis tentang reaksi-reaksi para rakanrakannya yang duduk di penjara atau mereka yang berhasil melarikan diri. Tetapi ia juga teringat bahwa reaksi-r...

Che Guevara: The Guerrilla

Che adalah contoh revolusioner dengan semangat internasionalisme yang kuat. Dia bukan orang Kuba, tetapi rela ikut bergabung bersama gerakan revolusioner Fidel Castro untuk menggulingkan diktator Fulgencio Batista di Kuba. Sebelumnya, di tahun 1954, dia menyaksikan api revolusi yang dikobarkan oleh seorang nasionalis kiri, Jacobo Árbenz. Árbenz terbilang radikal karena berani menjalankan reforma agraria dan menasionalisasi perusahaan Amerika Serikat United Fruit Company. Che langsung bersimpati pada Arbenz. Namun, kekuasaan Arbenz tidak bertahan lama, karena langsung digulingkan oleh kekuatan kanan yang disokong oleh CIA dan Amerika Serikat. Bersimpati pada Arbenz, Che sempat ikut gerilya bersama pejuang Guatemala pimpinan Rolando Moran. Dia juga membantu evakuasi pendukung Arbenz ke kedutaan Argentina. Setelah revolusi Kuba, kira-kira tahun 1963-1964, Che mengunjungi Afrika. Di sana dia menyaksikan keganasan kolonialisme. Kenyataan itulah yang menggetarkan sekaligus mengge...

SEJARAH PARTAI KOMUNIS INDONESIA - JAMALUDDIN TAMIM - SEKITAR 18 DECEMBER 1926

SEKITAR 18 DECEMBER 1926. Memang semendjak tersiarnja berita provokasi dari Parket Hindia Belanda jang disiarkan oleh oleh Harian Times Singapura pada 3 December 1926, maka djelaslah bagi saja dimana seluruh kota dari luar kota Singapura sampai dalam kota sudah mendapat pengawasan/pengintipan keras, rapat sekali dari CID/PID Singapura jang sudah bekerdja sama dan langsung dengan mendatangkan rombongan Visboon/Kepala PID dari Djakarta, ijalah sebagai alasan jang utama dari siaran provokasi/palsu dalam harian Times 3 December 1926.                  Tetapi sebagai hasil dari sedjak semula saja mendekat Pak Said jang mendjadi Bapak Angkat saja sedjak September 1926, ijalah sudah sedjak September 1926 itu saja sudah sering-sering dibawa oleh Pak Said sambil menundjukkan rumah tempatnja kepala CID Singapura, serta memberitahukan nama-nama mereka satu persatunja, jang Kepala bagian Geylang Serai, si anu, Tandjung K...