Skip to main content

:: NILAI OFENSIF DAN INISIATIF


Oleh: Tan Malaka 

Dalam tiap-tiap macam perjuangan inisiatif mempunyai nilai besar. Mereka yang lebih dulu mengambil inisiatif, mempunyai keuntungan besar yang tak terduga atas lawannya. Sebab ia lebih dahulu melancarkan aksi dan dengan demikian dapat menimbulkan keadaan yang sama sekali baru di pihak lawannya. Karenanya lawan tak dapat memikirkan rencana baru yang tersendiri, akan tetapi terikat apda keadaan yang baru tercipta. Dengan cara sederhana itu rencana mereka yang menunggu dihancurkan oleh pengambil inisiatif. Yang tersebut belakangan ini menguasai kemauan dan perbuatan yang tersebut duluan yang terpaksa pasif dan menunggu serangan-serangan pengambil inisiatif.

 Jika kita dalam perjuangan revolusioner tidak mengambil inisiatif duluan, maka lawan mendapatkan keuntungan menguasai kemauan dan perbuatan ktia sehingga kita dipaksa dalam keadaan pasif melumpuhkan. Jika umpamanya reaksi bermaksud hendak menghancurkan salah satu dari sarekat-sarekat sekerja atau perkumpulan-perkumpulan politik kita, dan ia telah mengambil inisiatif lebih dahulu maka kita akan merasakan tekanan dan tak berkententuan, karena kita tak dapat mengetahui bagaimana dan bilamana ia akan melakukan itu. Akan tetapi jika kita hendak menangkis itu dengan mengambil inisiatif lebih dahulu, maka kita akan mendapatkannya kecuali keuntungan moril, juga keuntungan, bahwa kita dapat menguasai rencana lawan yang permulaan, mungkin juga dapat menghancurkannya.

 Ujud perjuangan yang dilakukan inisiatif ialah offensif. Mereka yang menyerang duluan, mempunyai inisiatif dan menguasai kemauan dan perbuatan lawannya. Tetapi bentuk offensif yang baik ialah offensif yang dilakukan secara defensif. Politik revolusioner kita di Indonesia dilakukan secara defensif. Sekalipun tujuan kita tak kurang daripada penghapusan imperialisme dan kapitalisme, kita terpaksa oleh keadaan melancarkan serangan-serangan kita dalam bentuk pertahanan-pertahanan. Kita mempersiapkan serangan setelah kita terancam dan terserang. Atas tindakan-tindakan revolusioner lawan, kita mendasarkan agitasi, protes atau tindakan-tindakan kita yang lebih mendekatkan kita pada tujuan kita terakhir.

 Pada pukulan terakhir yang menentukan, kita hanya bisa mendapat kemenangan, jika kita juga mengambil inisiatif bertahan. Agar supaya pukulan terakhir yang menentukan itu dapat mewujudkan tujuan kita. Sarekat-sarekat sekerja dan organisasi-organisasi politik kita mulai sekarang harus memiliki jiwa offensif.

Comments

Popular posts from this blog

Solidarity Forever || Pete Seeger

Download When the union's inspiration through the workers' blood shall run   There can be no power greater anywhere beneath the sun   Yet what force on earth is weaker than the feeble strength of one   For the Union makes us strong Chorus   Solidarity forever, solidarity forever   Solidarity forever   For the Union makes us strong Is there aught we hold in common with the greedy parasite    Who would lash us into serfdom and would  crush us with his might?     Is there anything left to us but to organize and fight?     For the union makes us strong It is we who ploughed the prairies, built the cities where they trade   Dug the mines and built the workshops, endless miles of railroad laid   Now we stand outcast and starving 'mid the wonders we have made   But the union makes us strong  All the world  that's owned by idle drones is ou...

SURAT DARI SEORANG COMRADE KEPADA TAN MALAKA - SEMARANG 19 F EBRUARI 1923

Pengasingan anda mendapatkan reaksi yang keras. Semua surat yang datang disensor dengan ketat. Surat-surat dalam negeri diawasi dengan ketat. Tidak hanya itu, namun teman-teman seperjuangan pun sering menghindari pergerakan kita.  Sejak kedatangan Comrade A.L saya dimanfaatkan untuk mengerjakan bagian administrasi, sedangkan sebagai bagian Redaksi Tetap Pekerja Kereta Api, saya tidak dizinkan menulis. Sehingga saya tidak mempunyai ruang untuk menulis sebuah artikel.  Kursi kepemimpinan PKI juga tidak terisi. Comrade A.L menjadi diktator di banyak organisasi dan Ia berlaku semaunya. lsi dari SINAR HINDIA/SAREKAT ISLAM MERAH didikte. Situasi ini tidak mewakili pendapat saya atau khalayak seperti Budi dan sebagainya.  Taktik Comrade A.L membuat kami tidak puas, Ia sudah tidak seperti dulu, semakin lama Ia semakin lemah. Yang berbahaya adalah, bahwa Ia mencegah semua anggota-anggota revolusioner dengan segala cara. Cara ini memperbanya...

SEJARAH PARTAI KOMUNIS INDONESIA - DJAMALUDDIN TAMIM - KATA PENGANTAR

KATA PENGANTAR -Alas Kata- Saja sebagai Komunis, jang sudah mendjadi anggota PKI (Partai Komunis Indonesia) sedjak satu tahun sesudahnja PKI lahir, dengan mendapat tanda anggota PKI nomor 135 pada awal tahun 1922, jang semendjak selama itu, hingga kini (Djuli 1957) terus berdjuang dan memperdjuangkan cita-cita COMMUNISME, sudah tentu sadja sajapun mempunjai hak penuh untuk melukiskan SEDJARAH PKI hitam atas putih, menurut sedjarahnja, jang sedjak selama ini sampai saat menulis ini, Djuli 1957 batang tubuh saja sendiri ikut serta mendjalani, membentuk sedjarah PKI jang sebenarnja. Dari itu sebagai kata pengantar atau sebagai alas kata dari saja sendiri, dalam melukiskan hitam atas putih akan sedjarah PKI (sedjarah Partai Komunis Indonesia), dapatlah saja simpulkan sebagai berikut dibawah ini:  I. Saja sebagai angkatan tua dari pimpinan PKI (Partai Komunis Indonesia) tahun 1920-1926, jang bersama-sama dengan saudara-saudara:  Tan Malaka ,  Ongko D ,  Wiro M...